Kementerian Perdagangan Optimis Expo Indonesia Capai Target

Kementerian Perdagangan Optimis Expo Indonesia Capai Target

detiknews

Kementerian Perdagangan Optimis Expo Indonesia Capai Target, Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita optimis Indonesia sudah siap menjadi partner penyedia produk berdaya saing berkesinambungan untuk pelaku usaha dunia di kancah perniagaan global melewati gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2018.

Enggar mengatakan konsentrasi utama dari penyelenggaran pameran perniagaan berskala internasional tersebut ialah adanya transaksi business-to-business yang berkesinambungan. Dengan begitu, volume ekspor Indonesia dapat meningkat di kancah global.

“Fokus utama TEI ialah transaksi business-to-business yang mempunyai sifat jangka panjang dan bertaraf internasional. Tujuan penyelenggaraan TEI ialah untuk menambah ekspor Indonesia di kancah perniagaan internasional,” ungkap Enggar dalam penjelasan tertulis, Minggu (28/10/2018).

Trade Expo Indonesia 2018 dilangsungkan selama lima hari yang dibuka pada 24 Oktober sampai 28 Oktober 2018. Gelaran ini secara resmi dimulai oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (24/10) di ICE BSD, Tangerang, Banten. Tema yang diangkat ialah ‘Creating Products for Global Opportunities’.

Gelaran TEI tahun ini konsentrasi pada menyebabkan buyer mancanegara. Untuk tersebut Kemendag berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri melewati 132 kantor perwakilan RI di luar negeri, 22 atase perdagangan, 18 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta 1 Konsul Perdagangan maupun KADIN negara-negara kawan dalam menyebarluaskan informasi di mancanegara tentang penyelenggaraan TEI 2018.

Enggar menjelaskan, sekitar penyelenggaraan TEI diduga terlaksana selama 68 penandatanganan kontrak dagang tujuan pembelian. Kontrak dagang itu berasal dari Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Belgia,Prancis, Austria, China, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, Brasil, Inggris, Jerman, Mesir, Nigeria, Italia, Hong Kong, Taipei, UAE, Irak, dan Jepang.

Total nilai kontraknya diduga mencapai selama US$ 5,19 miliar yang terdiri dari transaksi perniagaan sebesar US$ 513,9 juta dan investasi sebesar US$ 4,68 miliar. Dia menuliskan nilai ini bakal terus meningkat seiring penyelenggaraan pameran, bahkan sesudah penyelenggaran.

Dari 124 negara yang menghadiri pameran, ada 8.313 buyers yang terdaftar pada 23 Oktober 2018 atau sebelum acara dibuka. Negara dengan jumlah buyer terbanyak di samping Indonesia di antaranya ialah Nigeria, Malaysia, China, Jepang, India, Saudi Arabia, Thailand, Australia, Afganistan, dan Pakistan.

“Hingga 22 Oktober 2018 sudah ada 7.127 permintaan terhadap produk Indonesia pada TEI 2018. Permintaan terbesar sejauh ini ialah untuk produk makanan dan minuman; produk fesyen dan gaya hidup serta kecantikan, produk manufaktur dan jasa, produk furnitur, perabotan, dan furnitur taman,” urai Enggar saat pendahuluan TEI 2018.

Agar memudahkan buyer mengejar produk yang dicari, lokasi TEI 2018 dipecah ke dalam tujuh zonasi, yakni Pangan Nusa di Hall 1 dan 10, produk gaya hidup dan kerajinan di Hall 2, furnitur di Hall 3,produk-produk kreatif dan jasa di Hall 3A, produk-produk manufaktur di Hall 5 dan 6, produk-produk makanan dan minuman di Hall 7 dan 8, serta produk-produk unggulan wilayah di Hall 9.

Selain tersebut ada pula zona khusus laksana Paviliun “Road to Dubai” untuk pihak sponsor utama dalam keikutsertaan Indonesia di World Expo 2020 Dubai. Ada pun zona eksklusif Promosi Terpadu Sektor Perikanan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Luar Negeri. Kegiatan di zona ini akan merangkum forum bisnis, business matching, konsultasi bisnis, dan trafik kelokasi sektor perikanan dan akan dilangsungkan pada 25-27 Oktober 2018.

Adapun zona eksklusif lainnya yaitu Paviliun Program Pembinaan UKM Ekspor Daerah, Paviliun Indonesian Design Development Center (IDDC), Paviliun UKM lulusan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Pangan Nusa, Paviliun Kayu Ringan kerja sama dengan CBI Belanda dan Indonesia Light Wood Association (ILWA), dan Paviliun kerja sama TPSA Kanada.

TEI 2018 menduduki lahan pameran seluas 15.456 m2 yang lumayan menampung 1.151 perusahaan nasional peserta pameran. Peserta pameran adalahprodusen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa terbaik dari Indonesia, mulai dari produk manufaktur, pertambangan, industri strategis, sampai kerajinan.

Akses transportasi buyer pun dipermudah dengan disediakannya shuttle bus yang bakal mengantar mereka mengarah ke dan dari bandara ke hotel, atau lokasi acara. Fasilitas ini diserahkan Kemendag dengan ditolong oleh jasa pelaksana acara, PT Debindo Multi Adhiswasti yang berkolaborasi dengan White Horse.

Pada pendahuluan TEI 2018 ini, Pemerintah menyerahkan apresiasi untuk eksportir berprestasi dalam format Penghargaan Primaniyarta untuk 26 perusahaan yang giat mengerjakan ekspor. Pemerintah pun memberikan penghargaan Primaduta untuk 42 buyers mancanegara yang loyal melakukan pembelian produk-produk Indonesia, di mana 11 di antaranya diserahkan penghargaan eksklusif sebagai buyers pasar prospektif yang berasal dari 11 negara.

Penerima penghargaan Primaniyarta terbagi menjadi empat kategori, yang mencakup Kategori Eksportir Berkinerja, Kategori Eksportir Pembangun Merek Global, Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru, serta Kategori Eksportir Potensi Unggulan. Sementara itu, penghargaan Primaduta diserahkan kepada 42 buyers yang terbagi menurut pasar negara destinasi ekspor, yakni Pasar Ekspor Utama, Pasar Ekspor Nontradisional, dan Pasar Prospektif.

TEI adalahajang promosi tahunan berskala internasional yang memperlihatkan produk dan jasa Indonesia berorientasi pasar ekspor. Pada penyelenggaraannya yang ke-33 pada tahun ini, laksana tahun-tahun sebelumnya, pembiayaan TEI sepenuhnya berasal dari pihak swasta melewati kemitraan pemerintah-swasta dengan PT Debindomulti Adhiswasti.