Korea Utara Menyerahkan Jasad Tentara Amerika Serikat

Korea Utara Menyerahkan Jasad Tentara Amerika Serikat

detiknews

Korea Utara Menyerahkan Jasad Tentara Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan terima kasih untuk pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un atas pemulangan jasad tentara AS yang gugur dalam Perang Korea. Sedikitnya 55 peti kecil mengandung jasad tentara AS telah di berikan Korut untuk AS.

“Setelah bertahun-tahun lamanya, ini bakal menjadi momen terhebat untuk begitu tidak sedikit keluarga. Terima kasih untuk Kim Jong-Un,” tulis Trump via akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, seperti dikutip AFP, Jumat (27/7/2018).

Pemulangan jasad-jasad tentara AS yang gugur dalam Perang Korea tahun 1950-1953 ini menandai pemenuhan beberapa isi kesepakatan yang dijangkau antara Trump dan Kim Jong-Un dalam pertemuan bersejarah di Singapura, bulan lalu.

Jasad-jasad tentara AS tersebut dibawa dari Korut dengan pesawat militer AS jenis kargo C-17 pada Jumat (27/7) ini. Sedikitnya ada 55 peti kecil yang diselimuti bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sudah diterima AS dari Korut.

Jasad-jasad tentara AS tersebut dibawa transit di Pangkalan Udara AS di Osan, Korsel, guna selanjutnya diterbangkan ke Hawaii. Setibanya di Hawaii, jasad-jasad yang telah berbentuk kerangka tersebut akan dicek DNA-nya demi menggali tahu identitasnya.

Dalam pengakuan terpisah selama dua jam sebelum komentar Trump, Gedung Putih menyinggung penyerahan jasad-jasad tentara AS ini sebagai pemenuhan beberapa komitmen Kim Jong-Un untuk Trump.

“Tindakan hari ini mengindikasikan langkah mula penting guna dimulainya pulang pemulangan (jasad tentara AS) dari Korea Utara dan dilanjutkannya pulang operasi lapangan di Korea Utara untuk menggali sekitar 5.300 penduduk Amerika yang belum kembali,” sebut pengakuan Gedung Putih itu.

“Kami tergerak oleh perbuatan Korea Utara dan momentum untuk evolusi positif,” imbuh pengakuan tersebut.

Lebih dari 35 ribu tentara AS tewas sekitar perang di Semenanjung Korea yang dilangsungkan selama 1950-1953. Dari jumlah itu, menurut keterangan dari data Pentagon, selama 7.700 tentara AS ditetapkan hilang, tergolong sekitar 5.300 tentara yang dipercayai gugur di distrik Korut.