KPK Mengapresiasi Instruksi Jaksa Agung Soal Laporan Kekayaan

KPK Mengapresiasi Instruksi Jaksa Agung Soal Laporan Kekayaan

KPK mengapresiasi Jaksa Agung M Prasetyo yang mengeluarkan instruksi untuk jajarannya supaya melaporkan harta kekayaan lewat laporan harta kekayaan pelaksana negara (LHKPN). Instruksi itu diinginkan meningkatkan kepatuhan LHKPN.

“KPK menyambut positif instruksi yang diterbitkan Jaksa Agung mengenai Kewajiban Pelaporan LHKPN Tahun 2019,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah untuk wartawan, Sabtu (30/3/2019).

Dia menuliskan instruksi yang dikirim ke jajaran kejaksaan di semua Indonesia itu akan membantu menambah tingkat kepatuhan LHKPN. KPK pun bercita-cita pencegahan korupsi dapat ditingkatkan lewat LHKPN.

“Instruksi langsung Jaksa Agung yang diantarkan ke semua pejabat sampai kepala kejaksaan tinggi, kepala kejaksaan negeri, dan kepala cabang kejaksaan negeri di semua Indonesia itu kami harap pasti akan sangat menolong meningkatkan upaya pencegahan melewati pelaporan LHKPN tersebut,” ucapnya.

Dilihat dari website e-LHKPN KPK, sampai Sabtu (30/3) per pukul 12.00 WIB terdapat 134 orang atau 35,36 persen dari 370 mesti lapor di jajaran Kejaksaan Agung yang memberikan LHKPN ke KPK. Pelaporan LHKPN tahun 2019 sendiri akan ditutup Minggu (31/3).

Prasetyo sebelumnya mengeluarkan instruksi mesti lapor harta kekayaan indotogel alias LHKPN untuk jajarannya. Instruksi ini adalahwujud jajaran Korps Adhyaksa menyokong pencegahan korupsi.

“Jaksa Agung menginstruksikan jajaran guna segera menciptakan dan mengantarkan LHKPN melewati e-LHKPN sebagai format ketaatan sebagai ASN dalam rangka pencegahan dari tindak pidana korupsi,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (30/3).

Instruksi Jaksa Agung ini dikeluarkan pada Jumat (29/3). Jaksa Agung meminta semua pejabat tinggi di Kejagung mensosialisasikan ke jajaran supaya menyampaikan LHKPN sangat lambat 31 Maret 2019.