Penjualan Mobil Mercedes Benz Turun Tajam dalam 2 Bulan Terakhir

Penjualan Mobil Mercedes Benz Turun Tajam dalam 2 Bulan Terakhir

detiknews

Penjualan Mobil Mercedes Benz Turun Tajam dalam 2 Bulan Terakhir – Setelah lima tahun menulis rekor terus-menerus, angka penjualan Mercedes Benz bulan Juni dan Juli turun tajam. Terutama di pasar AS, penjualan Mercedes Benz merasakan kesulitan.

Perusahaan Daimler mengalami kendala menjual mobilnya dalam dua bulan terakhir. Terutama angka penjualan brand mobil utamanya, Mercedes Benz, menulis penurunan tajam bulan Juli, dibanding angka tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterangan dari rilis Daimler yang dikeluarkan hari Senin (6/8), Mercedes sekitar bulan Juli memasarkan 167.500 kendaraan, minus empat persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Di Eropa, angka penjualan Mercedes Benz turun selama 14 persen, di pasar Amerika Serikat bahkan anjlok hingga 23 persen. Satu-satunya pasar yang masih menunjukkan eskalasi angka penjualan ialah di Asia. Di Cina, penjualan Mercedes Benz bulan Juli naik lebih delapan persen dibanding 2017.

Secara keseluruhan, tren penjualan global mengindikasikan kecenderungan negatif. Setelah 63 bulan menulis rekor terus-menerus, angka penjualan kendaraan Mercedes Benz kesatu kali turun bulan Juni lalu. tren tersebut berlanjut bahkan lebih tajam pada bulan Juli.

Berbagai alasan

Berdasarkan keterangan dari Daimler, penurunan angka penjualan diakibatkan sejumlah alasan. Antara beda masalah standar sertifikasi Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) yang kian ketat.

Di samping itu, di AS Daimler punya kendala dengan sistem teknologi komunikasi, sehingga tidak sedikit pembeli yang tidak dapat mendapatkan mobilnya. Di suatu perusahaan pemasok di Amerika Serikat pun terjadi kebakaran, sampai-sampai pabrik Mercedes di Alabama sekitar berminggu-minggu tidak dapat memenuhi target produksi.

Dibanding pembuat mobil lain laksana BMW dan Audi, Mercedes Benz pun terlambat memperlihatkan model-model baru.

Akibatnya, laba Mercedes Cars dalam paruh kesatu 2018 turun hingga 20 persen dibanding periode yang sama pada 2017. Padahal lebih 50 persen omzet perusahaan Daimler berasal dari penjualan mobil Mercedes.

Tetap optimis

Walaupun demikian, Daimler tetap optimis angka penjualan guna paruh kedua tahun ini bakal membaki, terutama sesudah model baru C-Class dikenalkan di Eropa bulan-bulan kemudian dan kini siap menjebol pasar mobil di AS.

Direktur Pemasaran Daimler Britta Seeger mengaku tetap puas dengan pencapaian perusahaan. Karena secara akumulatif, angka penjualan pada tujuh bulan kesatu tahun 2018 menunjukkan eskalasi 2,3 persen dibanding periode yang sama pada 2017.

“Belum pernah terjadi, begitu tidak sedikit pelanggan Mercedes yang menerima mobil barunya pada tujuh bulan kesatu dalam setahun”, kata Seeger.