Penyebab Kekalahan Arsenal Dari Manchester City di Liga Inggris

Penyebab Kekalahan Arsenal Dari Manchester City di Liga Inggris

sepak bola

Penyebab Kekalahan Arsenal Dari Manchester City di Liga Inggris – Manchester City mengawali musim baru dalam menjaga gelar Premier League mereka dengan teknik mengesankan, dengan meraih kemenangan 2-0 melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (12/8) malam WIB.

Unai Emery menikmati kekalahan dalam pertandingan sah kesatunya sebagai pelatih The Gunners. Dua gol The Cityzens terbuat di setiap babak oleh Raheem Sterling dan Bernardo Silva, dan permainan mereka seakan mengindikasikan bahwa kekuatan sama sekali tak berubah.

Sementara The Gunners, permainan mereka sebetulnya ada evolusi lebih baik, lebih luas dalam menguasai bola. Tapi tidak cukup maksimalnya sejumlah hal lumayan merugikan sampai berujung kekalahan.

Berikut tiga titik lemah yang mengakibatkan Arsenal kalah dari Manchester City.

1. Bukan harinya Mesut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan
Mesut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan adalahpencipta utama serangan Arsenal. Tapi mereka gagal bercahaya di pertandingan melawan City, duo tersebut tampak tidak nyaman dalam strategi baru Emery. Mereka terlampau bermain melebar sampai-sampai Pierre-Emerick Aubameyang tak tersentuh sama sekali.

Ozil, yang sedang di bawah desakan dalam sejumlah minggu terakhir, masih belum dalam situasi terbaiknya. Dia bertanggung jawab atas sejumlah operan yang salah arah, terlihat panik dalam menguasai bola, dan mengindikasikan kurangnya kreativitas.

Sementara itu, akibat yang coba diserahkan Mkhitaryan dari sayap nyaris nihil. Dia melulu membuat satu umpan silang, kehilangan lima duel, dan tidak efektif sekitar pertandingan.

2. Telat memasukkan Lucas Torreira
Mendatangkan pemain internasional Uruguay, Lucas Torreira, menyerahkan penggemar Arsenal optimisme besar guna menjalani kampanye musim baru. Dia tampak laksana tipe pemain yang dapat meningkatkan pertahanan The Gunners dan menyusun kesolidan di sektor tengah.

Namun secara mengejutkan Emery menyimpulkan untuk tidak memainkan Torreira semenjak awal. Sebaliknya, anak muda Matteo Guendouzi diberi peluang lebih dulu, tersebut justru membuatnya menjadi pemain yang ‘ter-bully’ oleh permaianan agresif City.

Torreira masuk di babak kedua dan dapat memberikan akibat signifikan dalam permainan. Tetapi tersebut sedikit terlambat sebab waktu untuk membalikkan permainan paling terbatas.

Granit Xhaka kehilangan tidak sedikit bola dan tidak jarang kali tertekan di pertahanan sendiri. Sedangkan Aaron Ramsey kendala membangun serangan untuk menolong Aubameyang di depan, sejumlah kali dapat memberikan kesempatan tapi tanpa efisiensi yang jelas.

3. Tak mengupayakan duet Aubameyang-Lacazette
Sejak Aubameyang berganti kostum dari Borussia Dortmund ke Arsenal pada Januari 2018, hubungannya dengan Alexandre Lacazette dalam memimpin serangan The Gunners lumayan menjanjikan. Hal tersebut sudah terbukti sekitar pramusim, duo tersebut mempunyai delapan gol kombinasi dalam empat pertandingan.

Namun Emery menyimpulkan memarkir Lacazette di pertandingan kontra City, keputusan yang lumayan mengejutkan fans. Aubameyang terisolir di depan tanpa dukungan, Ramsey yang diplot guna menemaninya suka mundur terlampau jauh menolong lini tengah.

Masuknya Lacazette di babak kedua lumayan menghidupkan pulang serangan tuan rumah. Tapi seandainya dapat dicermati dari awal, bisa jadi meraih satu poin paling terbuka.

Bernardo Silva membunuh upaya Meriam London yang terus memburu ketertinggalan. Auba dan Lacazette tak memiliki lumayan waktu untuk mengamankan tim.