Perusahaan Raksasa Google Ancam Android Tidak Gratis Lagi

Perusahaan Raksasa Google Ancam Android Tidak Gratis Lagi

berita teknologi

Google dalam bahaya tidak menggratiskan lagi sistem Android. Hal ini lantaran Google digugat sebesar USD5 Miliar atau sekira Rp72,5 Triliun oleh Komisi Anti Monopoli (Persaingan Usaha) Uni Eropa. Mereka mendakwa bahwa Googl sudah memonopoli pasar perlengkapan Android secara tidak sehat.

Melansir The Verge, Selasa (24/7/2018) menanggapi urusan tersebut, CEO Google, Sundar Pichai menyoroti kenyataan bahwa pemakai Android pada lazimnya akan menginstal selama 50 software sendiri (bundling aplikasi).

Kemudian, mereka pun dapat dengan gampang menghapus software yang telah diinstal. Tetapi andai Googl tidak bisa memaketkan aplikasinya sendiri, maka tersebut akan memprovokasi ekosistem Android.

“Jika pembuat ponsel dan operator jaringan seluler tidak bisa menyertakan software kami di sekian banyak perangkat mereka. Itu bakal mengganggu ekuilibrium ekosistem Android,” jelas Pichai.

Lebih lanjut, dia mengisyaratkan andai model bisnis Android dapat gratis, sebab bergantung pada bundling software yang diterapkan oleh Googl sekitar ini.

“Sejauh ini, model bisnis Android berarti bahwa kami tidak butuh mengenakan ongkos kepada pembuat ponsel guna teknologi kami, atau bergantung pada model penyaluran yang dikontrol ketat,” kata Pichai.

Dia menambahkan, “Tetapi kami cemas gugatan itu akan mengganggu ekuilibrium yang kami hadapi dengan Android. Hal ini mengantarkan sinyal bermasalah yang menyokong sistem kepemilikan atas platform terbuka”.

Pernyataan Pichai mengenai model bisnis Android tampak sebagai tembakan peringatan untuk konsumen, pembuat ponsel, dan Komisi Anti Monopoli Uni Eropa.

Google memperingatkan bahwa model bisnis Android-nya sekarang dapat berubah, dan tersebut mungkin berarti perusahaan butuh mempertimbangkan pemberian lisensi Android untuk pembuat ponsel.

Terlebih pihak Komisi Anti Monopoli, masih belum menyerahkan saran mengenai bagaimana Google  judi online terpercaya mesti menuntaskan pelanggaran bundling aplikasi.