Ketua Umum PSSI Joko Driyono Resmi Ditahan Oleh Satgas Antimafia Bola

Ketua Umum PSSI Joko Driyono Resmi Ditahan Oleh Satgas Antimafia Bola – Mantan penyelenggara tugas (plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono resmi disangga oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Jokdri sendiri sudah sejumlah kali dicek oleh Satgas Anti Mafia Bola. Ia diputuskan sebagai terduga untuk pencemaran barang bukti penataan skor yang tengah ditangani oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Sejak pagi tadi, selama pukul 09.00 WIB, Joko Driyono kembal dicek di Mabes Polri, Jakarta. Penyidikan ini memakan waktu selama lima jam sebab pemeriksaan terhadap mantan orang nomor satu di PSSI berlalu pada pukul 14.00 WIB.

Setelah pemeriksaan tersebut selesai, pihak Satgas Antimafia Bola menyimpulkan untuk resmi menyangga Jokdri. “Pada hari ini tanggal 25 Maret 2019 saudara JD sudah hadir dilaksanakan pemeriksaan. Kemudian penyidik mengerjakan gelar perkara pukul 14.00 WIB dan mengerjakan penahanan terhadap saudara Joko Driyono,” ujar Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Hendro Pandowo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Sudah Cukup Bukti
Hendro mengatakan, penahanan dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa semua proses pengecekan terhadap Jokdri sudah selesai. Karena itu, Satgas Antimafia Bola tak punya dalil untuk tidak menyangga Jokdri.

Penahanan terus bersangkutan permasalahan pencurian serta pencemaran dan penghilangan barang bukti bersangkutan permasalahan pengaturan skor yang tengah ditangani penyidik di Kantor Komdis PSSI. Dalam urusan ini, dia dijerat Pasal 363, Pasal 233, dan Pasal 235 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

“Penahanan dilaksanakan selama 20 hari ke depan terhitung semenjak hari ini tanggal 25 Maret 2019 hingga 13 April 2019,” tuturnya.

Simak rinci penahanan Joko Driyono selengkapnya di bawah ini.

Kasus Pengaturan Skor
Joko Driyono sendiri diputuskan sebagai tersangka pencemaran barang bukti sangkaan pengaturan skor pada hari Kamis, 14 Februari 2019 kemarin.

Jokdri diperkirakan telah menyuruh 3 tersangka, yakni Muhammad Mardani Mogot (sopir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija), dan Abdul Gofur (OB di PSSI) untuk memungut dan merusak barang bukti di kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi.

Penetapan terduga Jokdri ini dilaksanakan oleh Satgas Antimafia Bola setelah mengerjakan razia di apartemen kepunyaan Jokdri.

Pemain Persib Bandung Fabiano Beltrame Akan Resmi Menyandang Status WNI

Pemain Persib Bandung Fabiano Beltrame Akan Resmi Menyandang Status WNI – Pemain baru Persib Bandung, Fabiano Beltrame sekarang sedang menuntaskan proses naturalisasinya. Fabiano bakal segera menyandang kedudukan Warga Nagera Indonesia [WNI] dalam masa-masa dekat ini. Lantas, kapan proses ini rampung?

Fabiano menuturkan bahwa kemauan untuk jadi WNI tidak lepas dari dalil sang buah hati yang kerasan tinggal di Indonesia. Sang anak merasa senang sedang di Indonesia sebab penduduk yang ramah.

“Ya, anak saya datang ke sini (Indonesia) sudah semenjak enam bulan yang lalu. Sekarang usianya telah mau 15 tahun dan dia kerasan di sini, dia juga hendak tinggal di sini sebab Indonesia negara ramah,” ucap Fabiano.

Maka itu, kemauan anak untuk bermukim di Indonesia semakin memantapkan Fabiano guna menjadi pemain naturalisasi. Apalagi, pemain bernomor punggung 15 ini telah tinggal di Indonesia sekitar 14 tahun.

“Tanggal 15 Juni saya tepat 14 tahun di sini. Saya bercita-cita bisa cepat mendapat naturalisasi sebab di sini orangnya ramah, tidak jarang kali terima orang asing dengan baik. Saya pikir lebih aman main dan bermukim di sini daripada di Brasil,” seloroh Fabiano tersenyum.

Proses naturalisasi Fabiano bermukim selangkah lagi, yakni menantikan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

“Sekarang bermukim tanda tangan dari Pak Presiden bila tidak salah. Kalau telah tanda tangan, saya bermukim datang guna di sumpah. Saya yakin barangkali dalam 10 hari lagi atau maksimal pertengahan April nanti sudah berlalu semuanya,” jelas Fabiano.

Apalagi Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono lanjut Fabiano sudah menyerahkan kepastian bahwa proses naturalisasinya segera rampung.

“Kemarin Pak Teddy telah bicara sama mereka dan mereka telah kasih kepastian prosesnya laksana apa, maka tersebut pak Teddy berani suruh saya datang cepat ke Bandung guna beradaptasi dengan teman-teman di Persib,” ungkap pemain berusia 36 tahun ini.